Sebenernya bisa aja pengelola gak usah pustakawan sejati. Anda bisa sekedar konsultasi kemudian mangaplikasikan_a. Saya ada beberapa saran:
1. Ubah warna cat tembok dengan warna yang cerah sesuai dengan tren.
2. Buat anggaran rutin untuk perawatan n pelestarian koleksi.
3. Penataan ruang harus dikonsultasikan, ruang baca nyaman, saluran udara, rak buku yang mudah dijangkau, pintu masuk dan keluar, meja sirkulasi, penitipan tas, perlu tidaknya kipas angin/AC.
4. Kalo sistem layanan_a adalah terbuka (pengunjung bisa ngambil sendiri), sebaik_a disediakan tempat khusus untuk meletakkan buku yg telah selesai dibaca supaya mereka tidak asal mengembalikan ke rak, sehingga susunan koleksi tetap rapih.
5. Sediakan kotak saran.
6. Yang ditugaskan menunggu perpus haruslah orang yang ramah, care n cinta buku.